Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Manusia dalam keadaan tertidur, ketika mati barulah mereka terbangun


Kalian tidak akan bisa membuat manusia merasa puas terhadap sesuatu.  Jika kalian memberi emas, ia menginginkan berlian.  Jika kalian memberinya berlian, ia menginginkan leher kalian, karena manusia begitu serakah.

Tuhan menjadikannya sedemikian rupa sehingga tidak ada yang tidak dapat memuaskan matanya kecuali tanah.  Mengapa?  Karena ketika ia meninggal dunia, bahkan jika kalian memberikan seluruh kekayaan dunia ini, ia tidak akan menginginkannya.  Selesai--ia hanya ingin masuk ke dalam kuburnya dan dikelilingi oleh tanah.  Hal itu tidak berarti bahwa ia tidak merasakan apa-apa.  Ia merasakan semuanya, tetapi ketika ia melihat betapa Tuhan sangat menyayanginya dan betapa ia telah menjauh dari Tuhannya, pada saat itu bila kalian memberikan wanita paling cantik atau kesenangan dunia ini, ia akan mengejar Tuhannya, karena ia melihat hakikat pada saat ia dilahirkan.  

Itulah sebabnya Nabi (saw) bersabda, 

الناس نيام فإذا ماتوا أنبتهوا 

"Manusia dalam keadaan tertidur, ketika mati barulah mereka terbangun.”

Jika ini masalahnya, mengapa kita bertengkar?  Kita berasal dari keluarga yagn sama.  Setiap orang mencintai putra-putri mereka.  Bukankah kita semua adalah anak cucu Adam dan Hawa?  Kalian semua, di dalam hati kalian mengatakan "Ya, Syekh benar."  Saya dapat mendengarnya.  Tetapi segera setelah kalian keluar dari pintu ini, segalanya terlupakan.  Bisa saja beberapa pria dan wanita yang datang ke sini mulai bertengkar ketika mereka menuruni tangga--bahkan tidak menunggu sampai mereka sampai ke rumah. 

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas