Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

JANGAN MENAFSIRKAN KATA-KATA SYEKH!

Pertama, untuk belajar tawaduk, kalian harus membangun pemahaman kalian bahwa kalian tidak bisa menafsirkan kata-kata Syekh kalian dan ini adalah masalah yang sangat penting. 

Segala sesuatu bisa kalian tafsirkan, tetapi ketika Syekh mengatakan sesuatu, jangan mencoba-coba untuk menafsirkannya dengan cara yang berbeda dengan mengatakan, "Oh tidak, yang dimaksud Syekh adalah seperti ini."  Ambillah kata-kata Syekh apa adanya, secara harfiah, karena Syaithan datang dan mempermainkan kalian dengan mengatakan, "Oh tidak, maksud Syekh adalah seperti ini," dengan sengaja ia mengatakan seperti itu di depan orang-orang padahal maksudnya sebaliknya.  Itu adalah tipuan pertama Syaithan untuk kita semua. 

Terimalah kata-kata Syekh secara harfiah, apa adanya, tanpa ada penafsiran.  Penafsiran akan membawa kalian kepada banyak kesalahpahaman dan sinyal-sinyal yang palsu.  Grandsyekh mengatakan, "Aku tidak mau lagi mendengar penafsiran.  Kalian harus menerima kata-kataku sebagaimana aku mengatakannya."  Ketika kalian telah sampai pada maqamnya, kalian bisa membuat penafsiran, tetapi sekarang tidak seorang pun mempunyai izin untuk membuat penafsiran dan di sini pun berlaku hal yang sama.  Terimalah sebagaimana yang dikatakannya.    Sinyal yang kalian tangkap bisa saja sinyal yang palsu, dan ini sangat penting.   

Jadi ketika kita merendahkan diri kita, dan jangan mengatakan saya merendahkan diri saya, tidak!  Tetapi ketika Syekh menyebutkan bahwa orang tersebut memang sungguh rendah hati, dan ia telah mencapai level tersebut, barulah kalian dapat membangun apa yang kalian inginkan pada batu tersebut, batu pojok (yang menghubungkan dua dinding).  Sebelum mencapainya, segala yang kalian bangun akan runtuh.  

Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS At-Taubah, 9:109)

Orang yang membangun fondasi bangunannya atas dasar taqwa adalah berbeda.  Ia dapat membangun lebih banyak bangunan lagi.  Tetapi orang yang membangun bangunannya di tepi jurang tanpa fondasi, bangunan itu akan runtuh dan masuk ke dalam Neraka Jahannam, menghancurkan dirinya dan orang-orang yang bersamanya.  Jadi kalian harus membangun dengan fondasi yang sangat kokoh dan kalian tidak bisa membangun fondasi orang lain sebelum kalian membangun fondasi kalian sendiri, dan membangung berdasarkan penafsiran bukanlah merupakan fondasi yang kuat.   

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani 

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas