Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

PENAKLUKAN IRAK, PERISTIWA JEMBATAN YANG PERTAMA

PELAJARAN KE TUJUHBELAS

LANJUTAN PENAKLUKAN IRAK, PERISTIWA JEMBATAN YANG PERTAMA

1. 'Umar r.a. menyiapkan tentaranya di bawah pimpinan Abu 'Ubaid bin Mas'ud Atstsaqafie. Beliau menyuruhnya agar berjalan menuju ke Irak, untuk membantu Mutsanna bin Haritsah dalam menyempurnakan penaklukan negeri itu.

2. Setelah berita itu sampai kepada Rustum, pemimpin tentara Persia, dia segera menyiapkan tentaranya pula untuk memerangi tentara Islam itu. Maka berhadap-hadapanlah kedua pihak tentara itu yang dipisahkan oleh sungai Furat.

3. Karena itu Abu 'Ubaid lalu memperbaiki jembatan penduduk Hirah di mana mereka sama menyeberangi jembatan itu. Abu 'Ubaid lalu memilih untuk menyeberang ke daerah Persia.

4. Ketika Abu 'Ubaid menyeberang melalui jembatan itu, maka sebagian orang Islam melarangnya. Tetapi larangan itu tidak diindahkan dan terus menyeberang dengan tentaranya. Maka terjadilah pertempuran yang dahsyat di sana.

5. Dengan pertempuran itu maka terbunuhlah Abu 'Ubaid bin Mas'ud sehingga pecah-belahlah tentara Islam. Sebagian orang-orang Islam bercepat-cepat hendak memutus jembatan itu sambil menyeru kepada orang-orang Islam. Serunya: "Menyeberanglah kamu semua pada jembatan ini dan janganlah berpecah-belah!” Maka tentara Islam sama menyeberang.

6. Orang-orang Islam yang terbunuh dalam peristiwa ini ada 4.000 orang dan dari pihak tentara Persia ada 6.000 orang.

7. Adapun sebab-sebabnya tentara Islam menjadi pecah-belah dalam peristiwa ini, karena Abu 'Ubaid menentang pendapat orang-orang yang melarang beliau dalam menyeberang ke Parsi itu. Kemudian cepat-cepatnya sebagian tentara itu memutus jembatan tadi.

________

Latihan

  1. Apakah yang dilakukan oleh 'Umar untuk menyempurnakan penaklukan Irak?
  2. Apakah yang dikerjakan Rustum setelah sampai kepadanya berita kedatangannya tertara Islam itu?
  3. Ceriterakanlah dengan ringkas peristiwa Jembatan Pertama dan terangkanlah sebab-sebab pecah-belahnya tentara Islam dalam peristiwa itu!

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas