Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

KEKUATAN ADZAN DAN SHALAWAT NABI (SAW)


Ketika adzan dikumandangkan, Syaithan lari terbirit-birit, dan ketika muadzin menyelesaikan adzannya, ia kembali lagi dan berusaha untuk mempengaruhi orang-orang beriman dengan mencampurkan hal-hal yang jahat dengan amal baiknya.  Jadi, membaca a`udzubillahi mina 'sy-syaythani 'r-rajiim dan mengumandangkan adzan membuat Syaithan ketakutan dan ini adalah senjata kalian untuk menghadapinya, oleh sebab itu sering-seringlah menggunakannya.  Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk memulai segala aktivitas kita dengan membaca a`udzubillahi mina 'sy-syaythani 'r-rajiim dan mengumandangkan adzan sebelum melakukan setiap shalat, bahkan jika kalian shalat di rumah. 

Ketika shalawat dibacakan setelah adzan, hal itu lebih menyakitkan bagi Syaithan.  Ia menjadi luluh dalam penderitaan, seperti besi yang meleleh dalam tungku.  Hal itu adalah karena Syaithan sangat membenci Rasulullah (saw).  Iblis berharap dapat menjadi makhluk yang paling mulia, tetapi ketika Allah (swt) memberikan gelar itu kepada Rasulullah (saw), hal itu membuat Iblis membangkang kepada Allah dan sejak saat itu menentang-Nya.  Begitu banyak gelar kehormatan telah diberikan kepada Rasulullah (saw) dan ini menambah kebencian dan iri hati Iblis kepadanya.  

Iblis berusaha keras agar umat Muslim meninggalkan pembacaan shalawat untuk Rasulullah (saw), khususnya setelah adzan, karena itu sangat menyakitkan baginya.  Banyak Muslim sekarang ini yang percaya bahwa membaca shalawat kepada Nabi (saw) adalah perbuatan syirik dan karena kebodohan mereka ini, mereka melarang Muslim lain melakukannya, padahal Rasulullah (saw) adalah Kekasih Allah, dan Allah sendiri bersama Malaikat-Malaikat-Nya membaca shalawat untuk Rasulullah (saw), dan di dalam al-Qur'an, Allah telah memerintahkan, "Wahai orang-orang beriman, bershalawatlah kepadanya."  Namun demikian banyak orang yang membuat fatwanya sendiri, dan melarang Muslim untuk membaca shalawat. 

Semakin Iblis membenci Rasulullah (saw), wajahnya semakin buruk.  Sama halnya dengan orang yang melarang atau menghalangi orang lain untuk mencintai Rasulullah (saw) dan membaca shalawat untuknya, ia juga akan menunjukkan tanda-tanda pengaruh Syaithan di wajahnya.  Perhatikanlah wajah orang yang berbicara buruk mengenai Rasulullah (saw), walaupun mereka Muslim, mereka mempunyai kegelapan Syaithan dan keburukan di wajahnya.  Hal itu tidak bisa ditutupi dengan kosmetika atau obat-obatan. 

Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani (q)

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas