Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

sangkakala ditiup oleh malaikat

SANGKAKALA, HARI KEBANGKITAN DAN PADANG MAHSYAR

ilustrasi

Perlu diketahui, bahwa yang menjaga sangkakala adalah Malaikat Israfil. Allah menciptakan Lauh Mahfujh dari mutiara yang putih, yang panjangnya 7 kali lipat arak antara langit dan bumi dan Allah menggantungkannya pada Arasy.  Di dalam Lauh Mahfujh tertulis apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.

Malaikat Israfil mempunyai 4 buah sayap, yaitu sayap di sebelah timur, sayap di barat, sayap yang menutupinya dan sayap yang menutupi kepalanya. Wajah Malaikat Israfil sangat pucat karena takut kepada Allah yang menundukkan kepalanya dan memandang ke arah Arasy. 

Salah satu tiang Arasy berada di pundaknya dan dia tidak kuat menyangga Arasy kecuali dengan kodrat (kekuasaan) Allah, maka sesungguhnya dia itu merasa kecil (seperti burung pipit) karena.takut pada Allah.

Jika Allah memutuskan sesuatu pada Lauh Mahfujh maka dibukalah tutup di kepalanya dan dilihatnya apa yang diputuskan Allah baik berupa hukum maupun perintah.

Dan tidak ada malaikat yang tempatnya lebih dekat dari Arasy daripada Malaikat Israfil as., antara dia dan Arasy ada 7 buah hijab, dari satu hijab ke hijab yang lain araknya sama dengan berjalan selama 500 tahun. 

Antara Malaikat Jibril dan Malaikat Israfil ada 70 hijab, sedang Sangkakala di atas bahu kanannya dan ujung sangkakala pada mulutnya, maka dia melihat perintah Allah kapan datang waktu meniupnya, jika telah sampai waktunya dunia maka sangkakala pun mendekat pada wajah Israfil, maka Israfil pun mengumpulkan keempat sayapnya lalu meniup sangkakala.

Dikatakan bahwa Malaikat Maut menempatkan salah satu telapak tangannya di bawah bumi ketujuh dan telapak tangan yang lain di atas langit ke tujuh, maka dengan begitu dia dapat mengambil ruh-ruh penghuni langit dan penghuni bumi, dan tidak tersisa di bumi kecuali iblis yang dilaknati Allah, dan tidak ada yang tersisa di langit kecuali Jibril, Mikail, Israfil, ljrail as. Mereka dikecualikan oleh Allah sebagaimana firman Nya:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ

WA NUFIKHA FISH-SHUURI FASHA1QA MAN FIS-SAMAAWAATI WAMAN FIL-ARDHI ILLAA MAN SYAA-ALLAAH.

"Dan ketika ditiup sangkakala, maka matilah orang yang ada di langit dan orang yang ada di bumi, kecuali orang-orang yang dikehendaki Allah." (QS. Az-Zumar: 68).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan sangkakala yang mempunyai empat cabang, yaitu cabang di barat, cabang di timur, cabang di bawah langit ketujuh bagian bawah dan cabang di atas langit ketujuh bagian atas.

Di dalam sangkakala terdapat pintu-pintu sebanyak bilangan ruh, dan di dalamnya ada 70 rumah, yaitu satu di antaranya untuk ruh para Nabi, satu rumah untuk ruh para malaikat, satu rumah untuk ruh para in, satu rumah untuk ruh para manusia, satu rumah untuk ruh para syetan, satu rumah untuk ruh-ruh binatang yang hina dan binatang melata seperti semut dan lain-lain, dan hingga genap 70 macam rumah dengan 70 jenis makhluk.

Allah memberikan sangkakala pada Israfil as dan dia meletakkan pada mulutnya sampai waktu datangnya perintah meniupnya, maka ditiupnya 3 kali yaitu, tiupan yang menggetarkan (menggoncangkan), tiupan yang mematikan dan tiupan yang membangkitkan.

Hudzaifah bertanya kepada.Rasulullah Saw.: "Ya Rasulullah, bagaimana keadaan semua makhluk saat sangkakala ditiup ?" 

Rasulullah Saw. menjawab:"Hai Hudzaifah, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, ketika sangkakala ditiup maka tibalah hari kiamat, seorang pemuda yang telah mengangkat sesuap makanan pada mulutnya tidak bisa memakannya, pakaian di depannya yang akan dipakai dia tidak bisa memakainya dan kendi pada mulutnya untuk diminum maka dia tidak bisa meminumnya, karena telah tiba hari kiamat.

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas