Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Penduduk Surga Dan Kenikmatannya

Dalam suatu hadits diterangkan: Sesungguhnya dari belakang Shirath terdapat tanah lapang, di dalam tanah lapang tersebut terdapat pepohonan yang harum baunya. Di bawah setiap pohon tersebut terdapat mata air yang mengalir dari surga. Satu di antaranya dari arah kanan dan yang lain dari arah kiri. 

Orang-orang yang mukmin melewati Shirath setelah bangkit dari kubur dan menjalani hisab, lalu berhentilah mereka di tengah teriknya sinar matahari, kemudian mereka membaca kitab (buku catatan amal)nya. Maka setelah mereka melewati api neraka sampailah mereka pada tanah yang lapang itu, lalu mereka minum pada salah satu mata air, ketika air telah sampai pada dada mereka, maka keluarlah apa yang ada dalam dada orang mukmin, (di antaranya) dari rasa iri hati, sifat menipu dan hasud daripadanya.

Ketika air telah sampai dan menetap pada perutnya, maka keluarlah apa yang ada di dalamnya, di antaranya dari segala sesuatu yang merusak, penyakit dan air kecil (kencing) daripadanya. Maka sucilah lahir dan bathin mereka.

Kemudian mereka datang pada mata air yang lain dan mandi di dalamnya. Maka berubahlah wajah mereka bersinar bagaikan bulan purnama, jiwa mereka bagus begitu juga hati mereka. Tubuh mereka harum bagaikan minyak misik. Lalu berhentilah mereka pada pintu surga, pegangan pintu surga itu dari yaqut merah. Maka mereka bersama-sama mengetuk pintu tersebut maka disambutlah mereka oleh bidadari-bidadari yang membawa piring-piring di tangan mereka. Maka keluarlah setiap bidadari menemui kepada pemiliknya dan merangkulnya seraya berkata: "Engkau adalah kekasihku, aku rela untukmu, dan mencintaimu untuk selama-lamanya." Selanjutnya masuklah dia bersama suaminya ke dalam rumahnya.

Di dalam rumah tersebut terdapat 70 ranjang, pada setiap ranjang terdapat 70 kasur dan setiap kasur terdapat seorang bidadari yang memakai 70 pakaian, yang terlihat sumsum betisnya karena halus dan tipisnya pakaian yang dikenakannya. Dan andaikata satu rambut dari rambutnya ahli surga jatuh ke bumi, maka rambut itu akan menerangi seluruh penghuni bumi.

Nabi Saw. bersabda: Bahwa pakaian surga itu putih berkilau, di dalam surga tidak ada matahari, tidak ada malam dan tidak ada tidur karena sesungguhnya tidur adalah saudaranya mati.

Sedangkan pagar-pagar yang mengelilingi surga ada 7 (tujuh), yaitu: Pertama adalah dari perak, kedua dari emas, ketiga dari zabarjad (batu permata seperti zamrud), keempat dari mutiara,.kelima dari intan, keenam dari yaqut dan ketujuh dari nur yang berkilauan. Jarak antara pagar yang satu dengan pagar yang lain adalah (kira-kira) perjalanan 500 tahun.

Adapun penduduk surga semua berusia muda belia dan bercelak, dan bagi yang laki-laki memiliki kumis yang berwarna hijau, yang tipis dan berkilauan. Dan hal itu, tidak terdapat pada wanita, karena untuk membedakan antara yang laki-laki dengan yang perempuan.

Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa setiap ahli surga itu memiliki 70 pakaian, setiap pakaian beraneka ragam corak dan warnanya, dan pada setiap jam berganti dengan 70 pakaian yang berbeda warnanya. Dan wajah suaminya terlihat pada wajah istrinya begitu juga sebaliknya wajah istrinya dapat dilihat pada wajah suaminya. Dan pada dada dan betis bidadari tergambar di dada suaminya. Mereka tidak meludah dan tidak beringus. Mereka tiada mempunyai rambut kecuali rambut kedua alis, rambut di kepala dan rambut pada matanya.

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: "Demi Dzat yang telah menurunkah Al-Kitab (Al-Qur'an) kepada Nabi-Nya. sesungguhnya setiap hari ahli surga bertambah keelokan dan ketampanan parasnya, sebagaimana bertambahnya masa muda dan masa tua di dunia. Setiap lelaki diberi kekuatan dengan 100 kali lipat, baik dalam soal makan, minum maupun bersetubuh. Maka mereka menyetubuhinya istri-istrinya sebagaimana dia menyetubuhi istri-istrinya pada waktu di dunia dalam beberapa Huqub (masa). Sedangkan satu Huqub (masa) adalah 80 tahun, dan di dalam persetubuhan dari pihak suami dan bidadari tidak mengeluarkan sperma. Dan pada setiap hari mereka menemui 100 macam hidangan."

Ibnu Abbas ra. berkata: "Ketika wali Allah menghendaki makan buah-buahan dan makanan, maka Allah memerintahkan kepada malaikat untuk menyajikan hidangan kepadanya. Maka didatangkanlah kepada wali Allah itu 70 piring dan 70 meja makan dari intan dan yaqut. Di atas setiap meja makan terdapat 1000 piring dari emas. Sebagaimana firman Allah SWT.

يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍۢ مِّن ذَهَبٍۢ وَأَكْوَابٍۢ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ ٱلْأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلْأَعْيُنُ ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

YUTHAAFU 'ALAIHIM BISHIHAAFIN MIN DZAHABIN WA AKWAABIN WA FIIHAA MAA TASYTAHIIHIL ANFUSU WA TALADZDZUL A'YUNU WA ANTUM FIIHAA KHAALIDUUN.

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. " (QS. Az-Zukhruf: 71).

Di dalam setiap piring terdapat beraneka macam makanan yang tidak pernah tersentuh oleh api dan tidak dimasak oleh juru masak (koki). Dan tidak pula dikerjakan dalam suatu wadah dari tembaga atau yang lainnya, akan tetapi Allah hanya bersabda "Kun" (Jadilah), maka jadilah makanan tersebut tanpa susah payah. Maka makanlah para wali Allah tersebut dari piring-piring yang dia kehendaki. 

Ketika dia telah kenyang, maka turunlah burung-burung dari surga kepada wali Allah yang besarnya seperti unta. Burung-burung tersebut meletakkan sayap-sayapnya di atas kepala wali Allah tersebut, seraya berkata: "Wahai wali (kekasih) Allah, makanlah daging yang baru ini. Sayapun demikian, telah saya minum air sungai Salsabil dan sungai Kafur, dan aku telah memakan tanaman dari perkebunan surga." Maka bangkitlah keinginan wali Allah tersebut terhadap daging burung. Lalu Allah memerintahkan kepada burung itu agar jatuh di atas meja makan, mana saja yang dikehendaki. Maka jadilah burung tersebut daging yang telah tergoreng. 

Kemudian wali-wali Allah itu memakan daging-daging yang telah tergoreng. Akhirnya dengan seizin Allah burung itu kembali seperti bentuk semula. Di dalam surga itu tidak pernah habis makanannya, walau dimakan tidak pernah berkurang sedikitpun dari makanan tersebut, Bandingannya di dunia adalah Al-Qur'an, yang mana Al-Qur'an telah dipelajari oleh setiap manusia, lalu diajarkan pada yang lain, akan tetapi dia tetap utuh tiada berubah dan tidak pula berkurang sedikitpun.

Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya ahli surga itu makan dan minum, kemudian keluarlah bau harum dari tubuh mereka seharum misik, dan yang demikian itu sampai kekal abadi (selama-lamanya)."

Dan semoga Allah memberi rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. yang telah menjadi junjungannya para rasul, dan juga kepada keluarga serta sahabat-sahabatnya yang suci. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam....Amiin.

والحمد لله رب العالمين

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas