Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Membusanai diri dengan asma' Allah

Mawlana Syekh Nazim (q) pernah mengatakan kepada saya bahwa ketika beliau melihat orang-orang, beliau dapat melihat wajah mereka dengan shuurat al-haywaan, bukannya insan.


Imam Bukhari dalam Sahihnya mengatakan, 

khalaqa Aadama `alaa shuuratihi (خَلَقَ آدَمَ علَى صُورَتِهِ), sesungguhnya Allah menciptakan Adam dalam bentuknya, sebagaimana yang Allah ketahui. 


Para Awliya menjelaskan bahwa itu artinya sesuai dengan Asma-Nya, bahwa manusia harus mengambil Asma Allah (swt) sebagai shuurah-nya, sehingga ia harus menjadi Rahiim, Rahmaan, Kariim, Afuw, Ghafuur... manusia harus membusanai dirinya dengan semua Asma Allah (swt) ini, dan itu adalah busana cahaya sebagaimana Allah ingin agar kalian memakainya.  Jadi shuurah-nya Adam (as) adalah Shuurah Ilahiah, dan shuurah tersebut akan membusanai manusia. 


Tetapi bukannya shuurah tersebut, Mawlana Syekh Nazim (q) mengatakan bahwa beliau melihat manusia bukan dengan shuurah al-insaan, melainkan haywaan; beberapa di antara mereka dalam bentuk ular, beberapa di antara mereka dalam bentuk beruang, rubah, serigala, kalajengking dan hewan berbahaya lainnya.  Shuurat al-Insaan (صورة الانسان), shiirat al-haywaan (صيرة الاحىوان), dalam shuurah-nya, kalian melihat wajah-wajah manusia, tetapi kelakuan mereka tidak seperti manusia. 


Lihatlah dunia sekarang ini.  Siapa yang perilakunya seperti insan?  Siapa yang masih mempunyai rahmat dalam hatinya?  Siapa yang masih mempunyai karaam dalam hatinya?  Siapa yang masih mempunyai kasih sayang dan empat dalam hatinya?  Sangat sedikit.  Kebanyakan orang mempunyai perilaku seperti binatang.  Mereka telah menjadi kera dan babi, bukan secara fisik, tetapi sisi batinnya. 


Perubahan pada manusia sekarang ini tidak terjadi pada fisik mereka sebagaimana yang dialami kaum Yahudi, tetapi sekarang terjadi pada batin mereka.  Allah (swt) mengubah sisi batin manusia, hati mereka menjadi hati seekor kera, atau babi, atau rubah, atau binatang buas lainnya. 


Dr. Nour Kabbani 

_______

#ShaykhNazimalHaqqani #DrNourKabbani #tasawuf #Sufisme #Naqshbandi #Sufilive

https://www.instagram.com/p/CSVbGebp6CR/?utm_medium=share_sheet

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas