Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Khalid Bin Walid Menaklukan Irak

PELAJARAN KE SEMBILAN


PENAKLUKAN KHALID BIN WALID DI NEGERI IRAK

1. Ketika Kisra Parsi mengetahui dengan terbunuhnya Hurmuz itu, maka ia lalu berulang-ulang menyiapkan tenteranya lagi, sepasukan demi sepasukan untuk memerangi orang-orang Islam. Tetapi oleh Khalid binWalid segeralah mereka itu diserang, hingga mereka itu kalah.

2. Kemudian Khalid menetap di Irak selama satu tahun dan dua bulan, sehingga orang-orang Parsi merasa ketakutan dan merasa lemah. Beberapa negeri mereka, dapat diduduki beliau. Oleh karena itu mereka ada yang masuk Islam, dan ada pula yang hanya membayar pajak sahaja. Dengan demikian mereka hidup dalam negerinya, aman dan damai.

3. Kota-kota yang penting yang ditaklukkan beliau ialah: Hirah, yang merupakan ibukota bagi orang-orang Arab Irak. Setelah kota ini dapat diduduki oleh deliau lalu dijadikan tempat berdiam dan markas tentara slam.

4. Kemudian berjalanlah Khalid dengan tenteranya menuju ke arah utara Irak, untuk menolong iyadl bin Ghunam, yang akhirnya ia beruntung karena dapat menaklukkan negeri itu. Setelah itu, beliau lalu mengirimkan surat¹) kepada pegawai-pegawai Persia, yang isinya menakut-nakuti mereka.

5. Dalam semua peristiwa yang dijalankan oleh Khalid itu, tiadalah beliau menghalang-halangi kepada petani-petani yang ada dalam negeri itu dengan suatu kejahatanpun. Bahkan beliau menyuruh agar mengasihi dan melindungi mereka itu, serta membela terhadap orang-orang yang akan memusuhi mereka. 

_________

Latihan

  1. Apakah yang diperbuat Kisra Persia setelah mengetahui terbunuhnya Hurmuz?
  2. Berapakah lamanya Khalid menetap di Irak?
  3. Manakah kota-kota yang penting yang diduduki Khalid?
  4. Apakah yang beliau lakukan setelah penaklukan Hirah?
  5. Bagaimanakah keadaan petani-petani ketika terjadi penaklukan itu?
_______________

Catatan kaki 

1) Isi surat yang dikirimkan Khalid kepada pegawai-pegawai Persia itu ialah: "Segala puji bagi Allah yang mencerai-beraikan susunan ten-
taramu, melemahkan tipudayamu dan memecah-belah persatuanmu.

Jikalau kami tidak mengerjakan yang sedemikian itu, maka bagimu akan lebih jelek lagi. Olehkarena itu masuklah kamu semua pada
golongan kami dan kami akan membiarkan kamu serta tanah airmu. Selanjutnya kami akan menuju kepada bangsa selain kamu. Jikalau
kamu tidak mau mengerjakan ajakan kami itu, tentunya kamu tidak senang jika kukirimkan kepadamu segerombolan orang-orang (tentara)
yang cinta mati, sebagaimana kamu cinta hidup".
Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas