Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Ketika Rosulullah menangis melihat wanita disiksa dineraka

Sayyidina Ali karramallaahu wajhah datang kepada Nabi Saw. bersama Fatimah. Tiba-tiba mereka menjumpai beliau sedang menangis dengan tangisan yang sangat. 

Ali pun bertanya kepada beliau, "Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu wahai Rasulullah. Maksud nya, kesusahan dan tangisanmu akan saya tebusi dengan bapak dan ibu saya, karena saya sangat mencintaimu. Apa yang menjadikan engkau menangis?"

Rasulullah Saw. bersabda, “Wahai Ali, ketika diperjalankan ke langit, aku melihat para wanita dari umatku disiksa di neraka jahanam dengan berbagai macam siksaan. Maka saya menangis karena melihat beratnya siksaan mereka itu."

Kemudian beliau menjelaskan secara keseluruhan dengan sabdanya:

  1. Aku melihat seorang wanita yang digantung dengan rambutnya dan otaknya mendidih.
  2. Aku melihat seorang wanita yang digantung dengan lidahnya, lalu air mendidih yang sangat panasnya dituangkan pada tenggorokannya.
  3. Aku melihat wanita kedua kakinya hingga puting susunya, dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, lalu Allah menguasakan padanya ular-ular dan kalajengking (untuk menyiksanya).
  4. Aku melihat wanita yang digantung dengan puting susunya.
  5. Aku melihat wanita di mana kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keledai, dan ia dihadapkan beribu-ribu siksaan.
  6. Aku melihat seorang wanita dengan bentuk rupa anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, lalu para malaikat memukuli kepalanya dengan palu-palu dari api.

Fatimah r.a. berdiri seraya berkata, “Wahai kekasihku, kesenangan pandangan kedua mataku dan kesejukannya; apakah yang dapat diperbuat wanita-wanita itu hingga mereka mengalami siksaan seperti itu?

Rasulullah Saw. bersabda, "Wahai putriku! Adapun wanita yang digantung dengan rambutnya, karena ia tidak mau menutupi rambutnya dari lelaki lain.

Sedangkan wanita yang digantung dengan lidahnya adalah wanita yang lisannya menyakitkan hati suaminya. Maka pembalasan itu setimpal dengan perbuatannya. 

Adapun wanita yang digantung dengan puting susunya adalah wanita yang mengajak tidur lelaki lain di tempat tidur suaminya. 

Lalu wanita yang kedua kakinya diikat hingga puting susunya dan tangannya sampai ubun-ubunnya lalu digerogoti ular-ular dan kalajengking adalah wanita yang tidak mandi janabat, tidak mau mandi haid, dan mengabaikan salat.

Sedangkan wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti keledai adalah wanita yang suka mengadu domba dan tukang dusta. 

Sedangkan wanita yang bentuk rupanya seperti anjing di mana api masuk dari mulutnya dan keluar lewat duburnya adalah wanita yang mengungkit-ungkit pemberian dan pendengki. 

Wahai putriku kecelakaan besarlah bagi wanita yang durhaka terhadap suaminya."

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas