Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Karna cintanya kepada nabi wanita itu tidak tersentuh api

Diceritakan, ada seorang wanita keluar dari rumahnya untuk mendengarkan sabda-sabda Nabi Saw. bersama para sahabat r.a. Lalu ada seorang lelaki muda melihat wanita itu berjalan di jalan seraya berkata, "Wahai wanita mulia, mau ke mana?" Sahutnya,

"Tujuanku menjumpai Nabi Muhammad Saw. untuk duduk di sisinya dan aku akan mendengarkan sabdanya yang mulia."

Lelaki muda itu lalu bertanya kepadanya, "Apakah engkau mencintai Nabi?"

Jawabnya, "Benar, saya mencintainya."

Pemuda itu berkata lagi, "Demi hak mencintai Nabi Muhammad bagimu, bukalah tutup mukamu agar aku melihat wajahmu."

Setelah pemuda itu menjumpainya dengan cintanya kepada Nabi Muhammad, wanita itu terpaksa membuka tutup mukanya hingga lelaki muda itu melihat wajahnya. Lalu wanita itu kembali pulang dan mengadukan kepada suaminya tentang kejadiannya dengan seorang pemuda. 

Setelah suaminya mendengar, pikirannya jadi berubah dan berkata dalam hatinya, "Aku harus melihat, benar atau tidak istriku ini, biar puas hatiku, dia pasti kucoba." Kemudian suaminya menyalakan api tungku untuk membakar roti. Lalu ditunggu sampai api itu benar-benar menyala dan suaminya berkata kepada istrinya, "Demi hak Nabi Muhammad Saw. masuklah kamu pada tungku api itu."

Setelah suaminya menyumpahi dengan hak Nabi Muhammad Saw. sang istri itu seketika melemparkan dirinya pada tungku api itu, ia menganggap ringan ruhnya karena benar-benar cinta kepada Nabi Muhammad Saw.

Maka ketika suaminya melihat istrinya jatuh di tungku api dan tenggelam di dalamnya, suaminya benar-benar merasa susah dan percaya kalau ucapan

istrinya itu benar. Kemudian suaminya datang menghadap Nabi Muhammad Saw., lalu beliau bersabda, "Kembalilah kamu, dan bukalah tungku api itu!"

Ketika tungku di buka sambil menyingkirkan apinya, ternyata wanita itu benar-benar selamat, tubuhnya basah dengan keringat bagaikan keluar dari pemandian air panas.

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas