Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Dzikir Khatm Khawajagan

Penjelasan Dzikir Khatm Khawajagan

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Dalam khatam kita mempunyai dua kali al-Fatihah, di awal kita membaca tujuh al-Fatihah dan di akhir kita membaca tujuh al-Fatihah, karena Surat al-Fatihah diturunkan dua kali kepada Nabi (saw), sekali di Mekah dan sekali di Madinah, jadi kita meminta Allah (swt) untuk memberkahi kita dengan semua kemuliaan, pahala dan tajali yang turun bersama al-Fatihah.  Seluruh tajali yang indah ini ketika Jibril (as) menurunkan al-Fatihah kepada Nabi (saw) di Mekah al-Mukarramah, semua tajali, cahaya dan keberkahan ini dibusanai kepada Nabi (saw) dan para Sahabat (ra).  Kita memohon agar Allah (swt) membuat kita mendapat bagian dari mereka; dan kita memohon kepada Nabi (saw) untuk membagi berkah yang turun bersama al-Fatihah kepada beliau.  Itulah sebabnya kita penting sekali untuk membaca al-Fatihah di bagian awal dan akhir.  

Kita membaca shalawat kepada Nabi (saw) setelah al-Fatihah untuk membungkus tajali apa pun yang turun kepada Nabi (saw) dan diberikan kepada kita.  Kita memuji Sayyidina Muhammad (saw) dengan mengirimkan shalawat kepada beliau, kemudian kita membaca Suratu 'sy-Syarh atau Suratu 'l-Insyirah, alam nashrah laka shadrak di mana kita memohon kepada Allah (swt) untuk memberikan kepada kita setetes pencerahan yang Dia kirimkan ke dalam hati Sayyidina Muhammad (saw) dan kemudian wa rafa'na laka dzikrak, Kami telah mengangkat namamu dan Kami telah mengampunimu dari dosa-dosamu, meskipun Nabi (saw) tidak mempunyai dosa.  Kita memohon kepada Allah (swt) untuk memberikan semua keberkahan dari Suuratu 'sy-Syarh agar terwujud pada diri kita dan kita akan diberkahi dengannya, insyaAllah.  

Setelah Surat asy-Syarh, kita mengatakan, "Yaa Rabbii, kami percaya kepada-Mu bahwa Engkaulah satu-satunya yang patut disembah, dan kami berharap bahwa Engkau membawa kami ke level tauhid kepada-Mu di maqam tersebut, izinkanlah kami untuk masuk ke Hadirat Ilahi untuk memahami sepenuhnya apakah Qul huwallaahu ahad itu.  Itulah sebabnya kami membaca Qul huwallaahu ahad, mengakui bahwa tidak ada pencipta kecuali Allah (swt).  

Faatihatu 'sy-syariifah ma'a tajjaliyat nazilah maa fii Madiinatul Munawwarah

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas