Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Adab


Adab artinya menjaga semua prinsip Syari`ah, itulah adab di hadapan Allah (swt), bukannya adab yang kita pahami dalam bahasa Arab, yang artinya mempunyai akhlak yang baik.  Ya, kita harus mempunyai akhlak yang baik dengan menghormati apa yang telah Allah kirimkan kepada Nabi (saw) dan untuk mengikutinya.  Ini akan menjadi adab.  Adab adalah apa pun yang diberikan oleh Nabi (saw) kepada kita, 

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا


Apa yang diberikan oleh Rasul (saw) kepadamu, maka terimalah dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. (Surat al-Hashr, 59:7)


Kami mengulangi ayat ini karena setiap ayat dari al-Qur’an suci memberi cahaya, memancarkan cahaya, karena Qur’an tidak diciptakan, ia adalah Kalamullah yang qadim (tidak ada permulaan bagi keberadaannya--red), oleh sebab itu Qur’an adalah ghayr makhluuq (غير مخلوق), tidak diciptakan.  Kalamullah adalah abadi, mereka tidak berubah. Mereka hidup, itulah sebabnya dianjurkan untuk membuka kitab suci al-Qur’an setiap hari dan membacanya.  


Beberapa ulama mengatakan bahwa jika kalian tidak bisa membacanya--karena sekarang ini masyaAllah, Islam tersebar ke seluruh dunia, dan tidak semua orang memahami Bahasa Arab seperti di zaman sebelumnya di mana orang dapat membacanya dengan mudah.  Tetapi sekarang banyak non Muslim yang menjadi Muslim, mereka tidak tahu cara membaca tulisan Arab, tetapi ada transliterasinya (penyalinan dengan huruf latin--red), meskipun kalian bisa membuat kesalahan, tetapi tetap saja lebih baik membacanya melalui transliterasi atau dengan melihat ayatnya, melihat kata-kata dalam ayat tersebut dan melihat huruf-hurufnya, karena mereka memancarkan cahaya.  Cahaya itu adalah dari Hadirat Ilahiah, di mana

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ


Allah adalah Cahaya Langit dan Bumi. (Surat an-Nuur, 24:35)


“Allah adalah Cahaya Langit dan Bumi,” artinya segala sesuatu yang hidup di Bumi dan Langit akan memperoleh dari cahaya tersebut jika ia membaca Qur’an.


Shaykh Hisham Kabbani 

Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas