Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Mengenal perbedaan Wifiq, Khatim, Tolasim dan Syakal

Istilah-istilah tersebut sering kita dengar dari disiplin ilmu klenik atau paraktisi spiritual perdukunan khususnya pada buku-buku atau kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab, seperti Mamba'u Usulul hikmah, Syamsul Ma'arif, Al Aufaq dan lain-lain.

Ilmu wifiq ini disebut ilmul awail (ilmu kuno), ilmu wifiq sudah ada sejak zaman Yunani kuno, Aristoteles dan Plato adalah tokoh yang berpengaruh pada waktu itu, keduanya juga sering disebut dalam kitab-kitab abu Abbas albuni.

konon orang yang pertama kali dituruni ilmu ini adalah nabi Idris As. Dan beliaulah orang pertama yang menerjemahkan nilai-nilai gaib menjadi kenyataan.

1. Wifiq 

Kata wifiq berasal dari lafadz وفق yang arinya: cocok atau sesuai, Baik cocok dalam jumlahnya atau mencocoki tujuan tertentu yang dimahsud.

Wifiq adalah kotak yang terdiri dari beberapa kolom yang terisi angka-angka atau huruf-huruf atau simbol-simbol.

Contoh wifiq 4×4 kolom:
Apabila dijumlah baik vertikal horisontal ataupun silang hasilnya sama, yaitu 50.

Ada banyak maca-macam wifik seperti wifiq
3x3 kolom
4x4 kolom
5x5 kolom
6x6 kolom
Dan seterusnya.

Sebagai mana definisi diatas bahwa wifik jumlah angka-angkanya harus sama (mencocoki) ketika di jumlah (ditambahkan) baik secara vertikal, horisontal ataupun menyilang.

Pada dasarnya wifiq harus terdiri dari angka-angka yang memenuhi kolom-kolomnya, meskipun terkadang angka-angka tersebut bisa di ganti atau diterjemahkan dalam bentuk huruf.

2. Khatim

Khatim bersal dari lafadz ختم yang artinya: sempurna atau selesai, kolom-kolomnya sudah terisi penuh namun kalau dijumlah hasilnya tidaklah sama, bisa juga berupa huruf, simbol atau lafadz.

Contoh khatim:
Dari sini sangatlah jelas bahwa khatim lebih umum daripada Wifiq, khatim bisa disebut wifiq tapi tidak sebaliknya.

3. Tolasim

Tolasim artinya: jimat, lebih umum lagi dari kedua istilah diatas. Jimat adalah properti/benda yang dianggap punya nilai ghaib, tidak harus berupa tulisan huruf ataupun angka.

Contoh tolasim:

4. Syakal

Sedangkan syakal (شكل) artinya adalah bentuk atau desain, pada rajah-rajah tertentu ada yang mengharuskan ditulis dalam bentuk khusus, misalnya menulis suatu ayat dalam bentuk melingkar, segitiga dan sebagainya.

Contoh Syakal:
Syakal tidak hanya digunakan dalam bahasa klenik dan praktisi, namun juga bahasa umum seperti desainer atau arsitek bangunan, khot (sebagai hiasan dinding rumah) dan lain sebagainya.

Kalau boleh jujur, sebenarnya lebih mudah menggunakan wifiq-wifiq yang sudah jadi daripada kita mempelajari rumusnya sendiri, membuat wifiq bukanlah persoalan mudah, harus faham cara memecah dan membagi angka-angka dan menempatkan nya pada kolom-kolomnya, harus faham ilmu ilmu Falaq (astronomi) dengan detail, harus tau kapan waktu yang pas dalam penulisannya, termasuk memahami unsur-unsur dan watak yang sesuai dengan suatu wifiq, juga mengetahui bukhur-bukhur (kemenyan) yang sesuai, belum lagi masalah taukilnya, kompleks sekali bukan.
Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas

Berlangganan via Email