Pengertian Qunut
Secara bahasa kata Kunut الْقُنُوْتُ, (qunut) berasal dari bahasa Arab yang mempunyai beberapa arti, di antaranya berdiri lama, diam, selalu taat, tunduk, doa dan khusyuk.
Sedangkan menurut istilah kunut adalah doa yang dibaca orang islam dalam salat.
Hukum membaca qunut
Ada 3 perbedaan pendapat para ulama' terkait membaca doa qunut
Pendapat pertama:
Menurut imam Malik dan imam Syafi'i, qunut subuh hukumnya sunnah dibaca setiap solat subuh.
Hal ini Berdasarkan hadits Rasulullah
عن أنس بن مالك قال: أن النبي صلى الله عليه وسلم قنت شهرا يدعو عليهم ثم تركه, فأما في الصبح فلم يزل يقنت حتى فارق الدنيا
Terjemah:
Dari Anas bin Malik beliau berkata: Bahwasanya Rasulullah SAW membaca doa qunut selama sebulan mendoakan mereka, kemudian beliau meninggalkannya. Adapun pada salat Shubuh maka Nabi SAW senantiasa membaca doa Qunut sampai beliau meninggal dunia.
Pendapat kedua:
Imam abu Hanifah berpendapat bahwa qunut subuh tidak disyaratkan karena sudah mansukh (terhapus hukumnya)
Pendapat ketiga:
Imam Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa qunut dalam shalat subuh tidak disyaratkan, kecuali membaca qunut nazilah maka diperbolehkan membaca qunut nazilah baik ketika sholat subuh dan sholat lainnya.
Pendapat yang kedua dan ketiga mendasarkan pada 2 hadis berikut:
إنَّ رَسُولَ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ لَا يَقْنُتُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ، إلَّا إذَا دَعَا لِقَوْمٍ، أَوْ دَعَا عَلَى قَوْمٍ
“Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak berqunut ketika sholat fajar (salat Subuh), kecuali ketika mendoakan kebaikan atau keburukan untuk suatu kaum” (HR Muslim).
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ
“Rasulullah melakukan qunut selama sebulan, mendoakan jelek kepada satu kelompok (salah satu kabilah dari Bani Sulaim) kemudian beliau tidak pernah melakukan qunut lagi” (HR. Bukhari Muslim).
Doa Qunut
Berikut adalah doa Qunut beserta artinya yang kami kutip dari kitab Fasholatan
 |
Penasantri.com |
اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
Allahummahdinii fiiman hadaiit
Ya Allah semoga Engkau memberikan petunjuk kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan petunjuk.
وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ
Wa 'aafinii fiiman 'aafaiit
Dan semoga Engkau memberikan keselamatan kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan keselamatan
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
Wa tawallanii fiiman tawallaiit
Dan semoga Engkau memberikan pertolongan kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan pertolongan
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
Wa baariklii fiimaa a'thoiits
Dan semoga Engkau memberikan berkah kepadaku atas apa yang telah Engkau berikan
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ
Wa qinii syarromaa qodhoiit
Dan selamatkan aku dari keburukan perkara yang telah Engkau tentukan
فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
Fa innaka taqdhii walaa yuqdho 'alaiik
Maka sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukum dan tidak ada yang bisa menghukummu
وَإِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
Wa innahu laa yadzillu man waalaiit
Dan sesungguhnya tidaklah hina orang yang engkau kasihi
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيَْتَ
Walaa ya'izzu man 'aadaiit
Dan tidaklah mulia orang yang engkau musuhi
تَبَارَكْت رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Tabaarokta robbanaa wa ta'aalaiit
Maha berkah Engkau wahai Tuhanku dan maha tinggi engkau
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
Falakal hamdu 'ala ma qodhoiit
Maka bagimu segala puji atas apa yang engkau pastikan
أَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
Astaghfiruka wa atuubu ilaiik
Aku memohon ampunan padamu dan bertaubat kepada-Mu
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Wa shollallahu 'ala sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'ala aalihi wa shohbihi wa sallam
Dan semoga Engkau menambahkan rahmat kepada junjungan kami nabi muhammad yang menjadi nabi yang ummi, dan semua umat Nabi Muhammad dan para sahabatnya, Semoga Allah menambahkan keberkahan dan keselamatan.
Perlu diketahui bahwa perbedaan pendapat dalam Islam itu hal yang wajar, terlebih persoalan fiqih. Dalam usul fiqih sendiri ada adagium Khilaful A'immah Rahmatun Lil ummah bahwa perbedaan pendapat di antara imam (ulama) merupakan Rahmat bagi ummat.
Semoga bermanfaat bagi kita semua