Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Rahasia jualan online di Facebook yang jarang diketahui orang

Pernah beberapa kali ditawari jadi agen sabun yang katanya dia orang pertama (produsen)
Dengan rincian harga seratus pcs sekian puluh ribu, 500 pcs sekian dan seribu pcs sekian. Intinya semakin banyak pembelian semakin murah pula harga barang.

Klo bicara untung emang gede sih.. tapi pertanyaannya mampukah kita memasarkan dan menghabiskan ribuan pcs barang tersebut..?
Mengingat skil dan keterampilan yg pas-pasan, tidak mampu merekrut anggota, mencari reseller dan dropshiper apalagi harus memberi janji manis untung gede dan bakalan sukses, belum lagi kudu bisa meyakinkan konsumen bakalan glowing setelah pemakaian.. Akhirnya gw abaikan tawaran tersebut... Soalnya modalnya juga pas-pasan ๐Ÿ˜…


Menurutku usaha semacam itu cocoknya buat ibu-ibu rumah tangga yang tiap hari gigih berjualan lewat beranda..๐Ÿค”

Barang yg dibandrol dari harga 98 sampai 150 ribu di toko-toko online itu dari Sononya hanya belasan ribu, bahkan terkadang tidak sampai 10 ribu, semakin kesini harganya semakin mahal dan tidak masuk akal karena sudah melalui banyak tangan. Dan itu menjadi salah satu alasan kenapa penjual jarang berkenan mencantumkan harga barang. Kita harus inbok ges๐Ÿคญ

Produk-produk dengan model penjualan semacam itu (multi level marketing) biasanya tidak beredar di toko-toko atau minimarket sebagaimana produk-produk pada umumnya, sengaja harganya dibuat gelap (tidak ada harga pasarannya) agar calon konsumen tidak tau harga sebenarnya.

Apa yang murah itu palsu?
Setelah menggali informasi secara mendalam dengan sedikit riset sederhana dan mengamatinya dg seksama๐Ÿคญ ternyata itu produk yang sama dengan kualitas yang tidak berbeda.

Kecelakaan harga itu bermula dari supliyer yang kurang mampu mengembangkan pemasaran atau mampu tapi dirasa kurang menguntungkan, akhirnya dia menjual eceran ke konsumen dengan harga reseller (jauh lebih murah) di merchant-merchant online๐Ÿ˜

Apa benar mereka produsen?
Kebanyakan mereka hanya menyewa jasa produksi, sekarang banyak perusahaan maklon/makloon yang menawarkan jasa produksi barang dengan merek dan brand kita sendiri.. kita tidak harus punya industri, lahan yang luas, alat-alat produksi yg harganya milyaran rupiah, harus mikir pembuangan limbah, gaji karyawan dan sebagainya.

Cukup modal puluhan juta saja kita bisa punya merek dagang sendiri.. mulai dari bahan sampai pengemasan semua kita yang atur.

Makanya tidak sedikit yang belum terdaftar BPOM dan sertifikasi halal dari MUI, karena tentu akan nambah modal lagi dan ribet karena harus lolos uji laboratorium... Klo makanan atau suplemen ya harus steril dari bahan pengawet atau formalin, klo misalnya sabun Atau produk-produk kecantikan lain seperti cream pemutih misalnya ya harus steril dari kandungan merkuri.

Semoga bermanfaat
Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas