Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

2 macam kemunafikan

Kita sering mendengar kata-kata munafik, apa sih munafik itu..? Mari kita ngaji bersama.

Terminologi munafik hanya ada dalam agama Islam, Dari kata "munafik" itu sendiri sudah jelas berasal dari bahasa Arab dan kata munafik sering disebut dalam Al-Qur'an.


Ada dua riwayat hadits shahih yang menceritakan perihal sifat-sifat munafik

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ )  رواه البخاري (33) ومسلم (59)

Dari Abi Hurairah dari Nabi Muhammad Saw. Rosulullah bersabda: "tanda-tanda orang munafik itu ada 3 yaitu: ketika berbicara ia berdusta, ketika berjanji ia mengingkari, dan ketika dipercaya ia berkhianat". (Hadist riwayat Bukhari Muslim)

وعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
رواه البخاري (34) ومسلم (58)

Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash RA, Rosulullah SAW.  bersabda: "ada empat perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia munafik tulen. Dan apabila yang ada pada seseorang salah satu dari empat tersebut, berarti pada dirinya ada sifat nifaq, sampai ia memisahkan diri darinya, Yaitu: jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia mengingkari dan jika berseteru dia curang. (H.R. Bukhori dan Muslim)

Dalam hal ini Para ulama berpendapat bahwa dalam Syara' kemunafikan dibagi menjadi 2, yaitu:


  1. Kemunafikan Akbar (besar)
  2. Kemunafikan asghor (kecil)

Kemunafikan besar yaitu jika ada seseorang yang memperlihatkan keimanannya kepada Allah, malaikat Allah, kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah dan hari akhir, tapi dalam hatinya ia mengingkari baik dari keseluruhan itu atau sebagian dari itu. Dan ini adalah orang-orang munafik dizaman Rosulullah yang dicela dan di kafirkan oleh Al-Qur'an dan dikabarkan akan menjadi penghuni kerak neraka (neraka paling dalam)

Sedangkan kemunafikan asghor (kecil) adalah kemunafikan amaliyah, dia menunjukkan pada orang lain bahwa dirinya baik, salih, tapi kenyataannya tidak.

Meskipun demikian bukan berarti kemunafikan kecil itu diperbolehkan, perbuatan munafik tetap perbuatan dosa dan akhlaq yang tercela, hanya saja pelakunya tidak sampai kafir sebagaimana yang difirmankan tuhan dalam Al-Qur'an. Namun kemunafikan kecil itu juga bisa menyebabkan kemunafikan besar sebagaima orang yang berbuat dosa bisa menyebabkan hilangnya iman seseorang.
Pena Santri
Pena Santri Penulis lepas